0
Sebuah Renungan
Fras Styawan Al-Fikri
Zaman dahulu di negeri sakura, hidup seorang nenek dgn kuda putihnya
yang bagus. Sangking bagusnya, Kaisar sampai menawarkan 1/32 dari harta
kerajaanya untuk ditukar dengan kuda itu.
Suatu
hari kuda putih itu hilang. Tetangga sekitar semua menghujat nenek
tersebut, karena dianggap bodoh tidak mau menjualnya kepada Kaisar.
"Lihat kamu sekarang mendapat sial. Kuda hilang !!" kata penduduk.
Nenek: Kalian terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Sebulan kemudian, kuda putihnya pulang dengan membawa ratusan ekor temennya.
Penduduk: Rupanya kuda kamu yg hilang membawa berkah (karena dia membawa temen2 nya ke rumah kamu, dan kamu bisa menjual mereka)
Nenek: Kalian terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Suatu hari, anak nenek tersebut pata kakinya terjatuh dari kuda, sewaktu melatih mereka untuk kemudian dijual ke pasar
Kembali penduduk setempat menghujat nenek tersebut. Kata mereka: kalau dulu kuda putihnya dijual tidak akan terjadi musibah ini
Nenek: Jangan terlalu cepat berkesimpulan, Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Sebulan
kemudian datang utusan dari Kaisar, dgn membawa pesan "Negara dalam
keadaanperang, semua pemuda di desa ini harus ikut berperang, kecuali
orang tua, wanita, anak-anak, dan yang cacat.
Penduduk: Bener
kata kamu, kaki anakmu patah rupanya berkah, tidak usah ikut perang.
Sementara kami terpaksa berpisah dengan anak-anak kami
Nenek: Kalian ini entah kapan baru sadar. Jangan terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya.
Yup..
bener. Seorang tokoh masyarakat dari negara Barat pernah berkata
"Seseorang baru bisa dinilai baik atau jahat sesudah orang tersebut
masuk peti mati"
sahabat...
janganlah kita mudah menyimpulkan
sesuatu itu baik atau buruk karena baik menurut kita bisa jadi buruk
bagi orang lain atau sebaliknya, janganlah suka menghakimi sesuatu yang
mungkin kita juga tidak tahu kebenarannya. .....
Hanya Allah SWT yang maha mengetahui segalanya... .
Fras Styawan Al-Fikri
Zaman dahulu di negeri sakura, hidup seorang nenek dgn kuda putihnya
yang bagus. Sangking bagusnya, Kaisar sampai menawarkan 1/32 dari harta
kerajaanya untuk ditukar dengan kuda itu.
Suatu
hari kuda putih itu hilang. Tetangga sekitar semua menghujat nenek
tersebut, karena dianggap bodoh tidak mau menjualnya kepada Kaisar.
"Lihat kamu sekarang mendapat sial. Kuda hilang !!" kata penduduk.
Nenek: Kalian terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Sebulan kemudian, kuda putihnya pulang dengan membawa ratusan ekor temennya.
Penduduk: Rupanya kuda kamu yg hilang membawa berkah (karena dia membawa temen2 nya ke rumah kamu, dan kamu bisa menjual mereka)
Nenek: Kalian terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Suatu hari, anak nenek tersebut pata kakinya terjatuh dari kuda, sewaktu melatih mereka untuk kemudian dijual ke pasar
Kembali penduduk setempat menghujat nenek tersebut. Kata mereka: kalau dulu kuda putihnya dijual tidak akan terjadi musibah ini
Nenek: Jangan terlalu cepat berkesimpulan, Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya
Sebulan
kemudian datang utusan dari Kaisar, dgn membawa pesan "Negara dalam
keadaanperang, semua pemuda di desa ini harus ikut berperang, kecuali
orang tua, wanita, anak-anak, dan yang cacat.
Penduduk: Bener
kata kamu, kaki anakmu patah rupanya berkah, tidak usah ikut perang.
Sementara kami terpaksa berpisah dengan anak-anak kami
Nenek: Kalian ini entah kapan baru sadar. Jangan terlalu cepat berkesimpulan. Kita belum tau ini berkah atau sebaliknya.
Yup..
bener. Seorang tokoh masyarakat dari negara Barat pernah berkata
"Seseorang baru bisa dinilai baik atau jahat sesudah orang tersebut
masuk peti mati"
sahabat...
janganlah kita mudah menyimpulkan
sesuatu itu baik atau buruk karena baik menurut kita bisa jadi buruk
bagi orang lain atau sebaliknya, janganlah suka menghakimi sesuatu yang
mungkin kita juga tidak tahu kebenarannya. .....
Hanya Allah SWT yang maha mengetahui segalanya... .


