Twitter
RSS

Menyambung Silaturrohim di Lingkungan baru

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Bandung..I'm Coming...

Setelah 4 tahun lamanya hidup dengan budaya Jawa Timuran yang khas dengan segala keunikannya, tepat 3 hari setelah wisuda ane memutuskan untuk "berhijarah" ke Bandung, Ibu kota Jawa Barat. Ya berhijrah, hijrah dalam arti yang sebenarnya.

Pertama kalai menginjakkan kaki di kota Bandung, pukul 11.45, naik kereta andalan "Pasundan" yang dulu harganya cuma 50 rb. Alasan naik kereta ini emang, perbekalan di dompet lagi tipis dan emang udah prinsip dari sejak jaman lulus SMA, sebisa mungkin jangan minta uang ke babeh kalau nggak bener-bener penting bangett nget nget. Balik lagi, ane mikir sih kalau di Surabaya jam segitu masih ruame, tapi ternya Bandung beda euy, pantes senio ane si Angga males bet pas ane mintai tolong. Brrr dingitn banget, mgkin ini kali ya yang bikin bandung masih jam segini udah sepi.

Setelah nyampe di tempat kerja yang sekaligus tempat tinggal, ane langsung tepar dan beberes deh. Emang sih ga bisa tidur, apalahi dengan cuaca yang ga biasa waktu itu. Dan memang waktu itu lagi musim kemarau, pas lagi dingin-dinginnya tuh. Subuh pun datang, dan clessss air wudhu yang bikir bibir terus beretar..brrr..

Ane kaget ketika di lingkungan tempat kerja ane ini semuanya alumni ITS, yah suroboyoan lagi jadinya. Karena emang tempat tinggal dan kantor lokasinya jadi satu, jadinya ane merasa mulai suntuk di tiga bulan pertama. Oh ya perusahaan tempat ane berkerja tu bergerak dibidang teknologi pertahanan udara, iya betul perusahaan ini merupakan salah satu rekanan AURI. yang dikerjain mulai dari radar hingga software pesawat, bahkan yang dulu mau sempat mau kita dapetin tu kalau ngga salah update salaha satu software di pesawat presiden, Ngeri ngga tuh.. Waluapun perusahaan ini terbilang kecil yang karywannya ga lebih dari 15 orang, tapi cukuplah untuk menambah pengalaman sebagai karyawan. Balik lagi, tiga bulan pertama, rutinitas ane cuma, kantor, kamar, mesjid sama pasar. gitu terus, akhirnya ngerasa bosen juga karena belum dapet temen dan lingkungan baru di Bandung. Akhirnya tahap demi tahap nyobain kenalan orang di masjid, nyapa orang di masjid dan mulai berani sharingsharing dengan orang masjid. Karena ane yakin kalau di masjid insyaAllah ga melenceng-melenceng amat lah pergaulannya.

Akhirnya ane mulai punya banyak link, terkait beberapa info kajian, teman dan info menarik lainnya. Dari sini ane juga baru sadar, ternyata fitnah-fitnah yang diarahkan oleh golongan yang dibilang wahabi dari grassroot tidak sepenuhnya benar. Dari sini ane mulai membuka pikiran, dan mencoba menerima. Saya mulai membuka pola fikir, mebuka mindset untuk menerima semua. Di lingkungan masjid ini saya mulai menjalin hubungan sosial dengan warga bandung. Saya benar-benar mengagumi Bandung, kajian disini terbuka luas. Kita bisa memperoleh dengan mudah ilmu-ilmu agama dari berbagai aliran/ormas. Bahkan yang saya kagum, ketika waktu itu adalah tahun mulai merintisnya gerakan SHIFT, iya gerakan yang sedang ramai hingga saat ini di Bandung dan beberapa kota besar lainnya. Gerakan ini menyasar anak muda yang suka "main" terutama di taman supratman. Karena dijalankan oleh para pemuda, gerakan ini memang sangat kreatif dan mudah menyebar secara sporadis. Terlebih gerakan ini dimotori oleh ustad bersuara masya Allah merdu, ustadz Hanan Attaki. Yang saya sukai dari beliau adalah ketika menjadi imam solat malam, masyaAllah menyayat hati. Selain itu tema kajian beliau yang selalu menyentil para jomblo untuk selalu produktif dan bergerak ke arah yang lebih baik. Mungkin sampai disini dulu cerita dari gue, kalau ada pertanyaan silakan tinggal komentar.
Assalamu'alaikum

Comments (0)

Posting Komentar